Text
Hati Kedua
“Hati kedua kamu siapa, Ra?”
“Hah?” kurasakan panas menjalar di pipiku, “Kok jadi bahas hati kedua?”
“Ada, kan?”
“Ngga… ngga ada. Aku ngga ngerti cinta-cintaan, Kak.”
“Hihihi… Rara masih polos, ya. Emang belum puber?”
“Udah, kok!” tungkasku cepat. Kak Syifa malah semakin tertawa. “U… udah Kak… jangan bahas Hati Kedua, ah. Bikin malu tauk.” Aku menunduk dan memandangi kakiku.
Kak Syifa berhenti tertawa dan memegangi kedua pipinya. “Kalau hati ketiga Rara?”
“Eh...,” aku mendongak dan menatap serius wajah Kak Syifa. “Eng… Kak Syifa mau jadi hati ketiga Rara?”
“Mau….”
Bayangan Kak Syifa menghilang lenyap. Berganti dengan kabut putih yang membuat teduh. Tapi dari balik kabut itu, suara lembut Kak Syifa kembali menyapaku.
“Hati keduamu siapa, Ra?”
Tidak tersedia versi lain