Text
Lumpu ke 10
Awal mula cerita novel Lumpu, saat Raib, Ali, dan Seli memutuskan membuat misi penyelamatan kepada guru Matematika mereka, yakni Miss Selena. Hal utama yang mereka cari ialah keberadaan Tamus. Mengapa? Sebab mereka bertiga tahu bahwa Tamus adalah orang kedua yang hendak diincar oleh Lumpu.
Berdasarkan kabar dan informasi yang diberikan oleh Master Ox, mereka berhasil mendapati tempat persembunyian dan perlindungan Tamus, tepatnya di Distrik Gunung-Gunung Terlarang.
Ketika sudah mengarah dan dekat dengan lokasi persembunyian Tamus, secara tiba-tiba ada seseorang yang menerjang mereka menggunakan bola petir, orang itu adalah Fala-tara-tana IV. Sedikit penjelasan bahwa Fala tara tana IV adalah Ketua Konsil yang lama dari klan Matahari dan dapat dipastikan bahwa dirinya dengan Tamus berteman sesudah lepas dari Penjara Bayangan Bawah Bayangan.
Ali yang saat itu sudah panjang lebar dan sangat sukar ingin menjelaskan latar belakang mencari Tamus, akan tetapi Fala-tara-tana Iv dan Tamus justru tidak menghiraukan dan terus-menerus memberikan serangan kepada mereka bertiga, yakni Ali, Raib, dan Seli.
Secara tiba-tiba, tampak gerbang cincin cahaya berwarna hijau saat detik-detik terakhir Tamus dan Fala tara tana IV menyerang dengan tanpa ampun. Kemudian, Lumpu yang saat itu keluar dari portal itu, sesegera mungkin menyerang hingga berlangsunglah pertempuran dan pertarungan dua lawan satu, yakni antara Tamus dan Fala-tara-tana menghadapi lawannya, Lumpu.
Walaupun sendiri, Lumpu bukanlah makhluk yang dapat dianggap remeh, ia berhasil menaklukkan Tamus dan mengambil kekuatan yang dimiliki oleh Fala tara tana IV. Sebelum Lumpu ingin merebut kekuatan Tamus, untungnya Raib, Ali, dan Seli menolong Tamus untuk melarikan diri di hadapan musuhnya tersebut.
Mungkin kalian akan bertanya, Mengapa Tamus justru dibantu? Bukankah ia adalah orang yang jahat?
Hal itu mereka lakukan tentu ada alasan di balik itu semua. Mereka mengira bahwa Tamus dapat membantu dan menolong mereka, setidaknya mengetahui cara melawan dan menaklukkan teknik melumpuhkan yang dimiliki oleh Lumpu.
Akan tetapi, saat itu Tamus tidak terlalu membantu banyak. Intinya, Tamus hanya memberi tahu tempat asalnya menekuni beberapa teknik klan yang dirinya mampu, yaitu dari puing kapal Aldebaran. Puing tersebut telah terkubur di peradaban klan Bulan.
Si genius Ali, meminta tolong kepada Tamus untuk memberi tahu keberadaan puing kapal tersebut, kemudian Tamus pun bersedia. Mengetahui hal tersebut, Ali pun jadi semakin bersemangat. Nahasnya, sesampainya di puing kapal tersebut, Tamus justru kabur–tanpa mengucapkan rasa terima kasih karena sudah dibantu dan diselamatkan–dengan membawa Ily.
Jangan khawatir, seperti yang sudah kita ketahui bahwa si genius itu ada saja triknya. Jadi, pencurian terhadap Ily itu memang sudah menjadi rencana Ali agar mereka dapat mengikuti jejak Tamus. Hal itu karena Ily sudah diberikan semacam alat pelacak sehingga mereka bertiga hanya butuh untuk mengikuti jejak Tamus agar mengetahui bagaimana taktik melumpuhkan tokoh Lumpuh
Namun, sayangnya mereka tidak menemukan apapun. Mereka mencurigai bahwa barangkali Tamus atau seseorang yang telah mengambilnya. Lagipula kapan tersebut juga sudah ribuan tahun terkubur di klan Bulan. Kemudian, mereka memutuskan untuk meninggalkan lokasi tersebut dan lebih memiliki mengikuti jejak Tamus.
Mulanya, Raib, Ali, dan Seli menuju ke Distrik Padang Senyap untuk melacak akses jaringan, lalu benar bahwa belum lama Ily terdeteksi berada di kilometer seratus utara ibu kota. Mereka mengarah kepada lokasi bekas pabrik energi yang saat ini sudah tidak berpenghuni dan berdebu, tetapi ternyata di sana ada basement bawah tanah milik Tamus. Ali sangat antusias sebab di sana ada berbagai benda penemuan dari kapal Aldebaran.
Mereka kembali menyelidiki keberadaan Tamus dan Ily, ternyata menuju ke arah sebuah gedung daerah Ibu Kota Tishri. Mereka berupaya untuk memanjat ke atap gedung, tetapi dikunci. Kemudian, mereka memiliki rencana untuk meminta pertolongan pada salah satu penghuni apartemen di sana bernama Eins, yaitu ilmuwan ternama dan seorang mantan pengajar di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi (ABTT).
Siapa yang mengira bahwa selama ini Tamus meminta (baca: mengancam) bantuan Eins agar mau menerjemahkan berbagai benda dari kapal Aldebaran?
Akan tetapi, kali ini Tamus justru meminta Eins untuk menerjemahkan dan mencari sesuatu dari tabung bercahaya yang pernah ia bawa. Karena dalam menerjemahkan tabung tersebut cukup lama, Raib, Ali, dan Seli sementara pergi untuk sekadar berkeliling.
Setelah mereka kembali ke apartemen Eins, di atap gedung sudah terlihat Ily yang sedang mendarat. Dengan segera mereka mencegah Tamus agar tidak membawa kabur Ily lagi, tetapi lagi dan lagi Tamus berhasil lari. Bersamaan dengan menghilangnya Tamus, Lumpu seketika hadir dan berupaya melakukan penyerangan pada mereka.
Lumpu sangat menaruh amarah pada mereka karena telah membantu menyelamatkan Tamus ke Distrik Gunung-Gunung Terlarang. Seperti yang sudah diketahui, Lumpu dengan segala kekuatan yang ada telah berhasil mengalahkan Raib, Ali, dan Seli. Kekuatan yang Ali miliki telah diambil oleh Tamus. Untungnya, sebelum Lumpu mengambil kekuatan milik Raib dan Seli, Eins dengan segera membawa mereka untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.
Keadaan semakin mendesak, mereka harus mencari tahu taktik melawan teknik melumpuhkan yang Lumpu miliki, kemudian menyelamatkan Miss Selena. Eins membantu mereka untuk membawa isi salinan tabung bercahaya dan segera mencari Tamus untuk mengajaknya bekerja sama (Tamus sedang berada di puing kapal Aldebaran).
Belum lama di kapal Aldebaran, saat Tamus dengan Raib, Seli, dan Ali sedang melakukan negosiasi, datanglah Lumpuh. Kini yang menjadi incaran Lumpu bukan hanya Tamus, melainkan Raib dan orang-orang yang memiliki kekuatan.
Pertempuran antara mereka dengan Lumpu berlangsung sangat kacau balau. Tamus beserta Raib dan kawan-kawan sepakat untuk menyerang Lumpu, tetapi Lumpu terlalu kuat untuk ditaklukkan. Sayangnya, dalam pertarungan sengit itu, mereka dikalahkan oleh Lumpu, dan ia berhasil mengambil kekuatan milik Tamus.
Mereka hampir putus asa, kemudian datanglah bantuan dari Kosong dan Lambat. Mereka meminta Lumpu untuk menyudahi perbuatannya, tetapi Lumpu sudah menaruh benci kepada para pemilik kekuatan. Mereka berlaga tanpa lelah, sampai akhirnya mereka telah ditaklukkan oleh Lumpu, dan Lumpuh pun berhasil merampas kekuatan milik Lambat. Mereka pun mengakui bahwa sudah terlalu lelah untuk melanjutkan pertarungan.
Lantas, apa yang selanjutnya terjadi? Akankah mereka menyerah begitu saja dalam menghadapi Lumpu? Bagaimana dengan nasib Miss Selena.
Penasaran? Baca novel Lumpu dan Ikuti terus petualangan Raib, Ali, dan Seli dalam melawan Lumpu sebagai misi penyelamatan Miss Selena.
Tidak tersedia versi lain