Buku ini terdiri dari dua bab. Bab pertama berjudul, Sekilas tentang Berdirinya TNI & Batalyon O Tirtayasa Siliwangi, dan bab kedua, Perjuangan Rakyat Bogor di Masa Revolusi. Bab pertama memaparkan tentang pembentukan Tentara Nasional Indonesia pada zaman revolusi, termasuk Batalyon O Brigade Tirtayasa berikut dinamika yang terjadi waktu itu beserta keterbatasan-keterbatasan yang terjadi, se…
Buku "Bogor Zaman Jepang 1942-1945" oleh Susanto Zuhdi memberikan sinopsis tentang masa pendudukan Jepang di Bogor Shu dari tahun 1942 hingga 1945. Buku ini membahas berbagai aspek sejarah, termasuk politik, sosial, ekonomi, budaya, dan militer. Selain itu, buku ini juga mencakup sejarah lokal dan masalah sosial yang mendalam. Buku ini sangat berguna bagi para akademisi, dosen, dan mahasiswa ya…
Cowo bandel emang selalu lebih menarik. Tingkah mereka yang nyebelin, biang onar, dan sok kece kadang bikin.... Ehm, gemas. Begitu juga dengan Dhirga Bimantara, siswa SMU Cakrawala yang diberi julukan 'Bad Boy' karena tingkahnya membuat para guru kewalahan. Wajah Dhirga yang tampan pun seolah mempermudah dirinya untuk digandrungi seisi SMU Cakrawala. Namun, tidak untuk Nada Elvira. Gadis …
Max Havelaar adalah novel yang mengisahkan tentang penolakan terhadap sistem tanam paksa dan korupsi yang terjadi di daerah Lebak, Banten. Novel ini menceritakan tentang Max Havelaar, seorang pejabat Belanda yang datang untuk memperbaiki nasib rakyat pribumi yang tertekan. Namun, idealisme Havelaar segera menghadapi tantangan keras dengan sistem kolonial yang korup dan tidak berbelas kasihan. N…
Bad Boy & Shy Girl" adalah novel yang mengisahkan tentang Digo Wolind, seorang remaja SMA yang bersifat dingin dan brutal, bahkan dicap sebagai hewan buas di sekolahnya. Dia tidak hanya dibenci dan ditakuti para siswa, tapi juga para guru dan staf sekolah. Kenapa tidak dikeluarkan saja? Tidak mungkin! Dia anak dari pemilik resmi sekolah itu, Wolind School. Kebrutalannya menghapus ketampanan dan…
Jilid III yang berjudul Inspirasi Kartini dan Kesetaraan Gender Indonesia menyoroti perjuangan Kartini dalam konteks kesetaraan jender di Indonesia. Delapan bidang yang menjadi fokus yakni ekonomi, kesehatan, pendidikan, stereotipe, kelembagaan, partisipasi perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan pelindungan pekerja migran.
Jilid II berjudul Kartini-Hidupnya, Renungannya, dan Cita-citanya. Buku ini menyajikan biografi Kartini yang didasarkan pada karya Sitisoemandari Soeroto dengan refleksi tambahan dari Wardiman Djojonegoro tentang harapan dan cita-cita Kartini.
Jilid I yang berjudul Kartini, Kumpulan Surat-Surat 1899-1904 menyajikan 179 surat Kartini dan 11 artikel memoar yang diterjemahkan dari bahasa Belanda. Koleksi ini menampilkan pandangan Kartini tentang pendidikan, kebebasan, dan hak-hak perempuan.