Tempat minum plastik, menjadi daya tarik bagi anak-anak yang bersekolah. Apalagi Ara melihat teman-teman sekelasnya memakai itu. Ia juga berharap memiliki, bahkan tempat minum plastik bekas pun cukup membuat bangga. Euis mendukung dan membantu dalam keuangan, sementara Agil membantu dengan doa. Kalau kamudian tempat minum impian itu di tangan dan lepas kembali, adakah yang perlu disesali? Tem…
Yvonne adalah mantan pramugari sebuah maskapai penerbangan internasional dan telah mengunjungi lebih dari 50 kota di dunia. Ia banyak menuliskan pengalamannya di majalah dan suratkabar. Bukunya ini, menjadi salah satu buku bestseller di Malaysia. --- “Anda pramugari? Tentu glamour! Betapa bagusnya dapat melancong dan membeli-belah di kota raya mewah seperti Paris, London, dan New York!” B…
I read them occasionally, but I’ve never been very interested in cozy mysteries. A story line that explores the how and why of who stole the vicar’s sermon just doesn’t get my blood pumping. Publishers Weekly describes Julia Spencer-Fleming’s mysteries as cozy-cum-thriller. Perhaps that explains why her mysteries are the exception for me--she writes cozies with a kick. I’ve been a fan…
Buku ini adalah buku cerita remaja yang sangat bagus, penuh intrik dan penuh dengan petualangan. Buku ini juga dapat digunakan untuk membangkitkan rangsangan minat membaca pada usia sekolah agar menjadi terbiasa agar pengetahuan dan informasi mereka selalu terbaru dan lengkap.
Kalatidha adalah sebuah karya sastra dalam bahasa Jawa karangan Raden Ngabehi Rangga Warsita berbentuk tembang macapat. Kalatidha, artinya adalah zaman gila atau zaman edan seperti ditulis oleh Rangga Warsita. Konon Rangga Warsita menulis syair ini ketika pangkatnya tidak dinaikkan seperti diharapkan. Lalu ia menggeneralisir keadaan ini dan ia anggap secara umum bahwa zaman di mana ia hidup me…
Sang Pemimpi menceritakan tentang hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Ikal (sang penulis) dan Arai, serta persahabatan keduanya dengan Jimbron ketika masa- masa remaja (SMA). Perjuangan dan kesetiaan terhadap mimpi mereka.
Buku ini merupakan “true story” atau pengalaman nyata dari Tetsuko Kuroyanagi (Toto Chan) ketika sudah dewasa sewaktu menjadi duta kemanusiaan UNICEF. Buku ini merupakan buku kedua Toto Chan, setelah buku pertamanya “Gadis dibalik Jendela” yang isinya sangat mempesona. Dalam buku ini Toto Chan menceritakan pengalaman dan empathynya terhadap penderitaan anak-anak di berbagai negara yang…