Antara benci dan cinta, ada selembar tipis batas yang mudah sekali koyak. Karenanya ada ungkapan : jangan terlalu mengumbar benci atau kamu bakal mencintainya. Begitupun sebaliknya, cinta seseorang bisa berubah menjadi kebencian yang mendalam. Tapi benarkah begitu? Cerita-cerita ini akan banyak berkisah tentang membenci dan mencinta. Dengan tokoh dan gaya bercerita yang unik, pembaca akan menem…
Buku ini menawarkan paradigma baru tentang kaitan teks dengan emosi.
Buku ini dimaksudkan untuk memahami prinsip-prinsip logis dalam menalar serta menghindarkan diri dari kemungkinan tersesat dalam berpikir dan menalar.
You know how sometimes you know something, but you have difficulty putting it into words? The concepts exist in your mind somewhere beneath the level where they can be easily told and explained. Well, somehow John Galsworthy insinuated himself into my head and implanted this picture of upper middle-class London that was never there previously. I'd never really thought about the demise of this g…
VANYA mendadak heboh. Cewek mungil yang mirip cabe rawit itu kebingungang. Pengen masuk klub pencinta alam tapi wajib nyerahin surat izin mati. Iya, surat izin mati! Syereee, banget, ya? Cewek kos yang kuliah di geologi ini emang punya segudang kisah heboh. Selain sibuk ngurusin surat izin mati, dia juga punya kasus konyol dengan para a-be-ge. Hubungan uniknya dengan tukang kerupuk. Atau gaya t…
The Nobodies Fern and Howard are on their way to Camp Happy Sunshine Good Times, a camp for young Anybodies. Fern and Howard are doing the best they can—but every time Fern shakes a book, a message-in-a-bottle plops out. The messages are urgent! Save us, Fern! We need you! They are all signed The Nobodies. But who are the Nobodies and how can Fern come to their rescue? (Barnes&Noble)
Aku berdiri di depan cermin itu dan menatap bayangaku. Kaca itu jernih, halus, dan sempurna. Pantulannya amat jelas, hampir lebih terang dan lebih jelas daripada kamar ini. Rasa dingin menjalani punggungku. Ada sesuatu yang tidak beres di sini. Fred menatap ke balik bahuku. "Ada apa?" tanyaku. "Cermin itu," kata Fred pelan. "Aku-aku melihat sesuatu bergerak di sana."
Oliver menggigil ketakutan. Keringat dingin terus mengucur di tubuh kurusnya. Rasa lapar yang menggigit kini nyaris tak terasa. Orang berkerumun dengan tatapan penuh benci. Dia tidak mencopet. Tetapi, adakah yang akan memercayai omongan bocah miskin seperti dirinya? Jika semua bukti bisa menjeratnya, Oliver akan dikirim kerja paksa tanpa dibayar dan makanan layak. Betapa malang nasib bocah ya…
A search for stolen jewelry takes Nancy to New Orleans where she uncovers a swindling racket in which a medium uses her trade to relieve victims of their valuables.(Googlebooks)