“Hati kedua kamu siapa, Ra?” “Hah?” kurasakan panas menjalar di pipiku, “Kok jadi bahas hati kedua?” “Ada, kan?” “Ngga… ngga ada. Aku ngga ngerti cinta-cintaan, Kak.” “Hihihi… Rara masih polos, ya. Emang belum puber?” “Udah, kok!” tungkasku cepat. Kak Syifa malah semakin tertawa. “U… udah Kak… jangan bahas Hati Kedua, ah. Bikin malu tauk.” Aku menund…