Dari gaya berceritanya, novel ini menyuguhkan dua sudut pandang yaitu semesta Alysa dan semesta Ghifa dengan memasuki pikiran dari kedua tokoh. Menarik, pembaca seperti menjadi Alysa tapi mengerti segala sesuatu tentang Ghifa. Masih khas gaya bahasa remaja – tapi bukan teen-lit, ceritanya mengalir begitu saja saat di baca. Di bagian awal sedikit membosankan dan pada endingnya masih menyisakan…